LAPORAN
PRAKTIKUM 1
BIOLOGI
DASAR DAN BIOLOGI PERKEMBANGAN
“MENENTUKAN
KALOR YANG HILANG DALAM PROSES PERTUKARAN KALOR"
1.Tujuan
a. Agar
mahasiswa dapat menentukn jumlah kalor yang hilang dalam proses pertukaran
kalor antara air yang bersuhu tinggi dan air yang bersuhu rendah.
b. Agar
mahasiswa dapat menentukan faktor faktor yang mempengaruhi besarnya kalor yang
hilang.
2.Alat
dan bahan
a. Beaker
glass 250 ml, 2 buah.
b. Pemanas
air.
c. Termometer
batang.
d. Timbangan.
e. Gabus.
3.Dasar
teori
Panas
atau kalor adalah energi yang berpindah akibat perbedaan suhu. Panas bergerak
dari daerah bersuhu tinggi ke rendah. Pada perpindahan energi tersebut tentu
ada kecepatan perpindahan panasyang terjadi.
Ada 3 bentuk mekanisme perpindahan panas yang
diketahui, yaitu konduksi, konveksi, dan radiasi.
Perpindahan kalor secara konduksi adalah proses
perpindahan kalor dimana kalor mengalir dari daerah yang bertemperatur tinggi
ke rendah dalam suatu medium (padat, cair atau gas) atau antar medium yang
berlainan.
Perpindahan kalor secara konveksi adalah perpindahan
panas karena adanya gerakan/aliran/pencampuran dari bagian panas ke bagian yang
dingin.
Perpindahan kalor secara radiasi adalah proses
dimana panas mengalir dari benda yang bersuhu tinggi kebenda yang bersuhu
rendah bila benda benda itu terpisah di dalam ruang, bahkan jika terdapat ruang
hampa diantara benda benda tersebut.
Asas
black berdasarkan teori pertukaran kalor, asas black juga merupakan suatu
prinsip dalam termodinamika yang ditemukan oleh joseph black.Teori pertukaran
kalor menyebutkan jika ada zat yang suhunya berbeda dicampur, maka akan terjadi
pertukaran kalor. Zat yang bersuhu tinggi akan melepaskan kalor sehinggasuhunya
akan turun, sedangkan zat yang bersuhu rendah akan menerima kalor sehingga
suhunya naik.pada suatu saat akan terjadi kesetimbangan termal. Hal ini menyebabkan campuran kedua zat
tersebut menjadi bersuhu sama. Suhu akhir dari campuran zat itulah yang
merupakan hasil akhir dari pertukaran kalor.
Menurut hukum kekekalan energi, kalor yang dilepas
sama dengan kalor yang diserap. Dalam kasus kedua sistem adalah sistem terbuka,
maka sebagian kalor diserap pleh lingkungan. Kalor ini yang disebut kalor yang
hilang. Misalkan bejana 1 berisi air dengan massa m1 dan suhu awal t1.
Bejana 2 berisi air dengan massa m2 dan suhu awal t2.
Diketahui t2 lebih besar dari t1. Kalor jenis air adalah
1 kal/gram0C. Setelah tercaoai kesetimbangan termal, suhu campuran
menjadi tc, kalor yang dilepas bertanda negatif dan kalor yang
diserap bertanda positif.
Teori pertukaran kalor ini berdasarkan pada sebuah Azas yang
dikenal dengan istilah Azas Black. Azas black di kemukakan oleh seorang
fisikawan bernama Yoseph Black. Yoseph Black adalah orang pertama yang
menemukan suatu cara untuk mengukur kalor.
Azas Black : “Kalor yang dilepas oleh suatu benda sama dengan kalor
yang diterima oleh Benda lain.” Berdasarkan azas black diatas maka teori
pertukaran kalor di rumuskan sebagai berikut :
Kalor Lepas = Kalor Terima
Q lepas = Q terima
Q lepas = Q terima
Kalor
Yang Dilepas = Kalor Yang Diterima.
-m2 x c x (tc-t2)
= m1 x c x (tc-t1) + kalor yang hilang.
4.Prosedur
percobaan
a.
Isi air
dalam 2 bejana, masing masing 50 ml.
b.
Ukur
volume air dalam masing masing bejana.
c.
Timbang
massa air dalam masing masing bejana.
d.
Panaskan
air dalam salah satu bejana.
e.
Ukur suhu
air dalam masing masing bejana.
f.
Campurkan
air kedalam salah satu bejana.
g.
Biarkan
beberapa saat sampai suhu campuran air itu konstan.
h.
Ukur
suhu campuran itu.
i.
Catat
semua data yang diperoleh.
5.Data
1.
Tanpa
pelapis gabus (percobaan 1 )
Volume air = V1 (cm3)
|
Massa air dingin =
m1 (gram)
|
Suhu air dingin = t1(0C)
|
Volume air panas = V1(cm3)
|
Massa air panas = m1(gram)
|
Suhu air panas = t1(0C)
|
Suhu campuran = tc(0C)
|
50
|
33,6
|
280C
|
50
|
33,6
|
400C
|
380C
|
Perhitungan :
Massa
air = volume air x massa jenis air.
Massa
jenis air = 1 gram/cm3
Kalor
jenis air = 1 kal/gram 0C
-m x c
x( tc-t2) = m1 x c x (tc-t1)
+ kalor yang hilang.
Kalor
yang hilang = m2 x c x (t2-tc) – m1 x
c x (tc-t1)
2. Dengan
pelapis gabus (percobaan 2 )
Volume air = V1
(cm3)
|
Massa air dingin =
m1 (gram)
|
Suhu air dingin = t1(0C)
|
Volume air panas = V1(cm3)
|
Massa air panas = m1(gram)
|
Suhu air panas = t1(0C)
|
Suhu campuran = tc(0C)
|
50
|
33,6
|
29(0C)
|
50
|
33,6
|
33(0C)
|
32(0C)
|
Perhitungan :
Massa
air = volume air x massa jenis air.
Massa
jenis air = 1 gram/cm3
Kalor
jenis air = 1 kal/gram 0C
-m x c
x( tc-t2) = m1 x c x (tc-t1)
+ kalor yang hilang.
Kalor yang hilang = m2
x c x (t2-tc) – m1 x c x (tc-t1)
6.Analisis
data
a. Percobaan 1
Kalor yang hilang = m2 x
c x (t2-tc) – m1 x c x (tc-t1)
=33,6
x 1 x (40-38) – 33,6 x 1 x (38-28)
=33,6
x (2) – 33,6 x (10)
=67,2
– 336
=
-268,8 kal
b. Percobaan
2
Kalor yang hilang = m2 x
c x (t2-tc) – m1 x c x (tc-t1)
=33,6
x 1 x (33-32) – 33,6 x 1 x (32-29)
=33,6
x (1) – 33,6 x (3)
=33,6
– 100,8
=
-67,8 kal
7.
Kesimpulan
Dari
hasil percobaan diatas dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan pelapis gabus
kalor yang hilang semakin sedikit, sedangkan percobaan yang tidak menggunakan
pelapis gabus kalor yang hilang lebih banyak. Hal ini disebabkan karena gabus
merupakan bahan yang tidak mudah menyerap kalor sehingga kalor yang hilang
menjadi berkurang.
8.Aplikasi
perpindahan panas dalam kesehatan
Ø Kompres
hangat
Cara
kerja kompres hangat dengan menggunakan buli buli panas yang dibungkus kain
yaitu secara konduksi dimana terjadi perpindahan panas dari buli buli kedalam
tubuh sehingga akan menyebabkan pelebaran pembuluh darah, sehingga akan terjadi
penurunan ketegangan otot.
Ø Saat
melakukan tranfusi darah
Pada
saat melakukan tranfusi darah. Darah yang sebelumnya dibekukan harus dicairkan
terlebih dahulu untuk melancarkan jalannya darah pada saat tranfusi dengan cara
di dinginkan.
9.penyelesaian/jawaban
pertanyaan.
·
Berapa kalori yang diserap oleh
lingkungan (kalor yang hilang) ?
Jawab : kalor yang hilang pada
gelas yang tidak dilapisi gabus adalah -628,8 kalori, sedangkan pada gelas yang dilapisi gabus
adalah -67,8 kalori.
·
Apa cara yang ditempuh untuk mengurangi
kalor yang hilang ?
Jawab : cara mengurangi jumlah
kalor yang hilang adalah dengan melapisi bejana tempat pencampuran dengan bahan
yang tidak mudah menyerap kalor sepeti gabus. Karena gabus merupakan bahan yang
tidak mudah menyerap kalor sehingga kalor yang hilang menjadi berkurang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar