Sabtu, 21 Mei 2016

OOGENESIS DAN SPERMATOGENESIS (KEBIDANAN)


BAB I PENDAHULUAN

1.      LATAR BELAKANG
            Peristiwa pembelahan sel kelamin (gamet) yang di kenal dengan peristiwa gametogenesis. Pada laki-laki sel kelamin di bentuk oleh testis, dan pada wanita di bentuk oleh ovarium. Gametogenesis ada dua yaitu spermatogenesis dan oogenesis.
Ada dua jenis pembelahan sel yaitu mitosisdan meiosis. Bila ada sel tubuh yang rusak maka akan terjadi proses penggantian dengan sel baru, meelalui proses pembelahan mitosis, sedangkan sel kelami atau gamet dalam proses reproduksimanusia menggunakan proses pembelahan meiosis. Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa mitosis menghasilkan sel baru yang jumlah kromosomnya sama persis dengan sel induk yaitu bersifat diploid (2n) yaitu 23 pasang atau 46 kromosom, sedangkan pada meisis jumlah kromosom pada sel baru hanya bersifat haploid (n) yaitu 23 kromosom.
Secara umum gamet atau sel kelamin perkembangannya melalui tingkatan sebagai berikut :
·         Tingkatan sebagai calon
·         Tingkatan sebagai perbanyakan
·         Tingkatan sebagai pertumbuhan
·         Tingkatan sebagai pembelahan meiosis
·         Pengeluaran sel kelamin

Rumusan masalah
Apa pengertian dari spermatogenesis dan oogenesis?
Bagai mana saja tahapan perkembangan dari spermatogenesis dan oogenesis?
Bagaimanakah struktur sperma matang?

2.      TUJUAN

Tujuan penulisan makalah ini untuk menambah wawasan,agar dapat memahamibagaimana proses terbentuknya oogenesis dan spermatogenesis.
Selain itu juga :
1.             Mengetahui pengertian Spermatogenesis
2.             Mengetahui tahap – tahap dari Spermatogenesis
3.             Mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi spermatogenesis
4.             Mengetahui Hormon yang berperan dalm proses pembentukan spermatozoa










BAB II PEMBAHASAN

1.      SISTEM REPRODUKSI WANITA

Sistem reproduksi wanita meliputi organ reproduksi, oogenesisi, hormon pada wanita, fertilisasi, kehamilan, persalinan, dan laktasi.

Organ reproduksi wanita secara umum dibagi dua, yaitu organ reproduksi wanita yang terdapat di luar dan di dalam tubuh. Organ reproduksi wanita ada di dalam rongga pelvis.
1.       Rongga Pelvis. Terletak di bawah,berhubungan dengan rongga abdomen, dibentuk oleh os iski dan os pubis pada sisi samping dan depan, os sakrum dan os koksigis membentuk batas belakang dan pinggiran pelvis dibentuk oleh promontorium sakrum di belakang iliopektinal sebelah sisi samping dan depan dari tulang sakrum.
  1. Pintu Keluar Pelvis. Dibatasi oleh os koksigis dibelakang simfisis pubis, di depan lengkung os pubis,os iski, serta ligamentum yang berjalan dari os iski dan os sakrum disetiap sisi, pintu keluar ini membentuk lantai pelvis.
  2. Isi Pelvis. Kandung kemih dan dua buah ureter terletak dibelakang simfisis, kolon sigmoid sebelah kiri fosa iliaka dan rektum terletak di sebelah belakang rongga mengikuti lengkung sakrum. Kelenjar limfe, serabut saraf fleksus lumbosakralis untuk anggota gerak bawah cabang pembuluh darah a.iliaka interna dan v.iliaka interna berada di dalam pelvis . Genetalia pada wanita terpisah dari urethra, dan mempunyai saluran tersendiri. Alat reproduksi wanita dibagi menjadi 2 bagian yaitu :
Organ Reproduksi  Luar
Vulva terbagi atas sepertiga bagian bawah vagina,klitoris, dan labia.Hanya mons dan labia mayora yang dapat terlihat pada genetalia eksterna wanita. Arteri pudenda interna mengalirkan darah ke vulva. Arteri ini berasal dari arteri iliaka interna bagian posterior, sedangkan aliran limfatik dari vulva mengalir ke nodus inguinalis. Alat genetalia luar terdiri dari :
1.     Mons veneris/pubis (Tundun). Bagian yang menonjol berupa tonjolan lemak yang besar terletak di di atas  simfisis pubis. Area ini mulai ditumbuhi bulu pada masa pubertas.
  1. Labia Mayora (bibir besar). Dua lipatan dari kulit diantara kedua paha bagian atas. Labia mayora banyak mengandung urat syaraf. Labia mayora merupakan struktur terbesar genetalia eksterna wanita dan mengelilingi organ lainnya, yang berakhir pada mons pubis.
  2. Labia Minora (bibir kecil). Berada di sebelah dalam labia mayora. Jadi untuk memeriksa labia minora, harus membuka labia mayora terlebih dahulu.
  3. Klitoris (Kelentit). Sebuah jaringan ikat erektil kecil kira-kira sebesar biji kacang hijau yang dapat mengeras dan tegang (erectil) yang mengandung urat saraf, jadi homolog dengan penis dan merupakan organ perangsang seksual pada wanita.
  4. Vestibulum (serambi). Merupakan rongga yang berada di antara bibir kecil (labia minora), muka belakang dibatasi oleh klitoris dan perineum. Dalam vestibulum terdapat muara-muara dari : liang senggama (introitus vagina),urethra,kelenjar bartolini, dan kelenjar skene kiri dan kanan .
  5. Himen (selaput dara). Lapisan/membran tipis yang menutupi sebagian besar dari liang senggama, ditengahnya berlubang supaya kotoran menstruasi dapat mengalir keluar, letaknya mulut vagina pada bagian ini, bentuknya berbeda-beda ada yang seperti bulan sabit. Konsistensinya ada yang kaku, dan ada yang lunak, lubangnya ada yang seujung jari, ada yang dapat dilalui satu jari. Himen mungkin tetap ada selama pubertas atau saat hubungan seksual pertama kali.
  6. Perineum (kerampang). Merupakan bagian terendah dari badan berupa sebuah garis yang menyambung kedua tuberositas iski, daerah depan segitiga kongenital dan bagian belakang segitiga anal, titik tengahnya disebut badan perineum terdiri dari otot fibrus yang kuat di sebelah depan anus Terletak diantara vulva dan anus, panjangnya lebih kurang 4 cm.
Organ reproduksi dalam
Organ reproduksi dalam wanita terdiri dari ovarium dan saluran reproduksi (saluran kelamin).
1.     Ovarium. Ovarium (indung telur) berjumlah sepasang, berbentuk oval dengan panjang 3 – 4 cm. Ovarium berada di dalam rongga badan, di daerah pinggang. Umumnya setiap ovarium menghasilkan ovum setiap 28 hari. Ovum yang dihasilkan ovarium akan bergerak ke saluran reproduksi. Fungsi ovarium yakni menghasilkan ovum (sel telur) serta hormon estrogen dan progesteron.
  1. Oviduk (tuba falopii) Oviduk atau saluran telur berjumlah sepasang (di kanan dan kiri ovarium) dengan panjang sekitar 10 cm. Bagian pangkal oviduk berbentuk corong yang disebut infundibulum. Pada infundibulum terdapat jumbai-jumbai (fimbrae). Fimbrae berfungsi menangkap ovum yang dilepaskan oleh ovarium. Ovum yang ditangkap oleh infundibulum akan masuk ke oviduk. Oviduk berfungsi untuk menyalurkan ovum dari ovarium menuju uterus.
  2. Uterus. Uterus (kantung peranakan) atau rahim merupakan rongga pertemuan oviduk kanan dan kiri yang berbentuk seperti buah pir dan bagian bawahnya mengecil yang disebut serviks (leher rahim). Uterus manusia berfungsi sebagai tempat perkembangan zigot apabila terjadi fertilisasi. Uterus terdiri dari dinding berupa lapisan jaringan yang tersusun dari beberapa lapis otot polos dan lapisan endometrium. Lapisan endometrium (dinding rahim) tersusun dari sel-sel epitel dan membatasi uterus. Lapisan endometrium menghasilkan banyak lendir dan pembuluh darah. Lapisan endometrium akan menebal pada saat ovulasi (pelepasan ovum dari ovarium) dan akan meluruh pada saat menstruasi.
  3. Vagina. Vagina merupakan saluran akhir dari saluran reproduksi bagian dalam pada wanita. Vagina bermuara pada vulva. Vagina memiliki dinding yang berlipat-lipat dengan bagian terluar berupa selaput berlendir, bagian tengah berupa lapisan otot dan bagian terdalam berupa jaringan ikat berserat. Selaput berlendir (membran mukosa) menghasilkan lendir pada saat terjadi rangsangan seksual. Lendir tersebut dihasilkan oleh kelenjar Bartholin. Jaringan otot dan jaringan ikat berserat bersifat elastis yang berperan untuk melebarkan uterus saat janin akan dilahirkan dan akan kembali ke kondisi semula setelah janin dikeluarkan.






2.OOGENESIS
Merupakan proses pembentukan ovum di dalam ovarium. Terdapat oogenium (oogonia=jamak) atau sel indung telur. Oogonium bersifat diploid dengan 46 kromosom atau 23 pasang kromosom.
Ooonium akan memperbanyak diri denan cara mitosis membentuk oosit primer. Oogenesis di mulai saat bayi perempuan masih di dalam kandunan, yaitu pada saat bayi berusia sekitar 5 bulan dalam kandungan, pada saat bayi perempuan berumur 6 bulan. Namun, meiosis tahap pertama pada oosit primer ini tidak di lanjutkan pertama pada oosit primer ini tidak di lanjutkan sampai bayi perempuan tumbuh menjadi anak perempuan yang menalami pubertas.
Oosit primer tersebut berada dalam keadaan istirahat (dorman).
pada saat bayi perempuan lahir, di dalam setiap ovariumnya mengandun sekitar 1 juta oosit primer.
 Ketika mencapai pubertas. Anak perempuan hanya memiliki sekitar 200 ribu oosit primer saja. Sedangkan oosit lainnya mengalami degenerasi selama pertumbuhan yang disebut tahap meosis I . Sel oosit pertama merupakan oosit yang berukuran normal (besar) yang di sebut oosit sekunder. Sedangkan sel yang berukuran lebih kecil di sebut polar pertama (polosit primer).
Selanjutnya, oosit sekunder meneruskan tahap meiosis II (meiosis ke dua). Namun pada meiosis II, Oosit sekunder tidak langsung di selesaikan sampai tahap akhir, melainkan berhenti sampai terjadi ovulasi, jika tidak terjadi vertilisasi, oosit sekunder akan mengalami degenerasi, namun jika ada sperma masuk ke oviduk, meiosis II pada oosit sekunder akan dilanjutkan kembali. Akhirnya, meiosis II pada oosit sekunder akan menghasilkan satu sel yang di sebut ootid dan satu sel yang kecil yang di sebut badan polar kedua (polosit sekunder). Badan polar pertama kemudian membelah menjadi dua badan polar kedua. Akhirnya, ada tiga badan polar dan satu oosit yang akan tumbuh menjadi ovum dari oogenesis setiap satu oogenium. Oosit dalam oogonium berada dalam suatu folikel telur.
Folikel telur (folikel) merupakan sel pembungkus sel cairan yang mengelilingi ovum. Folikel berfungsi untuk menyiapkan makanan bagi oosit. Folikel juga mengalami perubahan dengan seiring perubahan oosit primer menjadi oosit sekunder hingga terjadi ovulasi. Folikel primer muncul pertamakali untuk menyelubungi oosit primer. Selama tahap meiosis I pada oosit primer, folikel primer berkembang menjadi folikel sekunder. Pada saat terbentuk oosit sekunder, folikel sekunder berkembang menjadi folikel tersier. Pada masa ovulasi folikel tersier berkembang menjadi folikel de graaf (folikel matang). Setelah oosit sekunder lepas dari folikel, folikel akan berubah menjadi korpus luteum. Jika tidak terjadi fertilisasi, korpus luteum akan mengkerut menjadi korpus albikan.



3.SISTEM REPRODUKSI PRIA
Organ reproduksi pria meliputi organ-organ reproduksi, spermatoenesis dan hormon pada pria. Organ reproduksi pria terdiri atas organ reproduksi dalam, dan organ reproduksi luar.
Organ reproduksi dalam
Organ reproduksi dalam pada sistem reproduksi pria terdiri atas testis, saluran pengeluaran, dan kelenjar asesoris. Berikut ini akan dijelaskan masing-masing organ dalam tersebut.
1.       Testis Testis atau buah zakar adalah bagian dari organ reproduksi pria, terletak di bawah penis, dalam scrotum (kantung zakar). Pria memiliki sepasang testis yang berbentuk oval berada di kiri dan kanan untuk memproduksi sperma. Sepasang testis ini dibungkus oleh lipatan kulit berbentuk kantung yang disebut kantung zakar (skrotum). Fungsi testis adalah alat untuk menghasilkan sperma dan hormon kelamin jantan yang disebut testoteron. Hormon inilah yang membuat ‘sifat jantan’, seperti otot-otot yang menonjol, suara besar, dan sebagainya. Di dalam testis terdapat saluran-saluran halus yang disebut tubulus seminiferus yang merupakan tempat pembentukan spermatozoa. Di belakang masing-masing terdapat epididimis. Dari masa puber (akil balig) sampai sepanjang hidupnya pria memproduksi sperma setiap waktu. Pria dapat melepaskan sperma saat ejakulasi atau waktu puncak bersenggama.
a.       Saluran pengeluaran Saluran pengeluaran pada organ reproduksi dalam alat reproduksi pria terdiri atas saluran epididimis, vas deferens, saluran ejakulasi, dan uretra.
b.       Saluran epididimis Epididimis merupakan sebuah saluran yang berada dalam skrotum dan keluar dari kedua testis. Oleh karena itu, saluran ini jumlahnya sepasang. Epididimis memiliki struktur yang berkelak-kelok. Sementara, panjangnya mencapai 6 meter. Di dalam saluran ini, sel sperma disimpan sementara hingga matang. Setelah matang, sel sperma bergerak meninggalkan saluran epididimis menuju vas deferens.
c.       Vas deferens Vas deferens merupakan sambungan dari epididimis. Saluran ini tidak menempel pada testis dan ujung salurannya terdapat di dalam kelenjar prostat. Fungsi saluran ini adalah sebagai saluran tempat jalannya sperma dari epididimis menuju kantung semen (kantung mani/ vesikula seminalis).
d.      Saluran ejakulasi Saluran ejakulasi merupakan saluran pendek yang menghubungkan kantung semen dengan uretra. Saluran ini berfungsi untuk mengeluarkan sperma agar masuk ke dalam uretra. d) Uretra Uretra adalah saluran yang menghubungkan kantung kemih ke lingkungan luar tubuh. Uretra berfungsi sebagai saluran pembuangan baik pada sistem kemih atau ekskresi maupun pada sistem seksual. Pada pria, uretra berfungsi juga dalam sistem reproduksi sebagai saluran pengeluaran air mani.
e.        Pada pria, panjang uretra sekitar 20 cm dan berakhir pada akhir penis. Uretra pada pria dibagi menjadi empat bagian, dinamakan sesuai dengan letaknya, yaitu:
 • Pars praprostatica, terletak sebelum kelenjar prostat.
 • Pars prostatica, terletak di prostat. Pada bagian uretra ini terdapat pembukaan kecil, di mana terletak muara vas deferens.
 • Pars membranosa, panjang sekitar 1,5 cm dan di bagian lateral terdapat kelenjar bulbo uretralis.
 • Pars spongiosa/ cavernosa, panjang sekitar 15 cm dan melintas di corpus spongiosum penis.
2         Kelenjar asesoris
 Pada waktu sperma melalui saluran pengeluaran, terjadi penambahan berbagai getah kelamin yang dihasilkan oleh kelenjar asesoris. Kelenjar ini berfungsi untuk mempertahankan hidup dan pergerakan sperma. Kelenjar asesoris merupakan kelenjar kelamin yang terdiri atas:
a.       Vesikula seminalis Vesikula seminalis atau kantung mani merupakan kelenjar kelamin yang berjumlah sepasang dan berada di belakang kantung kemih. Dindingnya menghasilkan cairan kental kekuning-kuningan dan bersifat basa. Cairan ini mengandung mukus, gula fruktosa, enzim koagulasi, asam askorbat, dan prostaglandin. Gula fruktosa yang disekresikan tersebut menyediakan sumber energi bagi sperma
b.      Kelenjar prostat Kelenjar prostat terletak di bawah kantung kemih dan merupakan pertemuan antara uretra dengan vas deferens. Kelenjar prostat merupakan penghasil getah kelamin. Getah ini bersifat encer, mengandung enzim antikoagulan, penyuplai nutrisi, dan berasa agak asam. Bentuk kelenjar prostat bulat dan melingkari bagian atas uretra serta di bawah kantung kemih.
c.       Kelenjar Cowper Kelenjar bulbouretralis dinamakan pula kelenjar Cowper. Kelenjar bulbouretralis memiliki bentuk kecil dengan jumlahnya sepasang. Letak kelenjar ini berada di sepanjang uretra, tepatnya di bawah kelenjar prostat. Hasil sekresinya berupa cairan bening yang menetralkan setiap urine asam yang berada pada uretra. Di samping itu, cairan ini membawa sejumlah sperma bebas sebelum dikeluarkan dari dalam tubuh.
Organ reproduksi luar
Sebagian besar, alat reproduksi laki-laki berada di bagian luar tubuh yang terlihat langsung. Organ reproduksi luar pada laki-laki meliputi penis dan scrotum.
1.      Penis
 Penis berfungsi se bagai alat senggama (kopulasi). Persenggamaan dilakukan sebagai sarana mengalihkan cairan sperma menuju alat reproduksi wanita.Secara struktural, penis tersusun atas tiga rongga berisi jaringan erektil yang berspons. Dua rongga yang terletak di tengah dinamakan korpus kavernosa. Sedangkan satu rongga yang berada di bawah korpus kavernosa dinamakan korpus spongiosum. Di dalam korpus spongiosum terdapat saluran reproduksi yakni uretra, di bagian ujung penis terdapat bagian yang dinamakan kepala penis (gland penis).
Kepala penis ini tertutup oleh lipatan kulit yang disebut preputium. Di dalam rongga penis terdapat jaringan erektil yang berisi banyak pembuluh darah dan saraf. Saat terjadi rangsangan seksual, rongga tersebut akan penuh terisi darah. Akibatnya, terlihat penis mengembang dan menegang. Keadaan penis demikian dinamakan ereksi. Apabila rangsangan ini terus-menerus terjadi, sperma akan keluar melalui uretra. Keadaan ini disebut ejakulasi. Jumlah sperma yang dikeluarkan saat terjadi ejakulasi sekitar 2 hingga 5 mL semen, yang setiap mililiternya mengandung sekitar 50 sampai 130 juta sperma.

2.      Scrotum (kantung zakar)
Scrotum merupakan kantung yang di dalamnya berisi testis. Scrotum berjumlah sepasang, yaitu scrotum kanan dan scrotum kiri. Di antara scrotum kanan dan scrotum kiri dibatasi oleh sekat yang berupa jaringan ikat dan otot polos. Skrotum memiliki bentuk seperti kantung yang berisi testis. Oleh karena temperatur tubuh yang terlalu tinggi tidak sesuai dengan perkembangan sperma, skrotum yang berisi testis berada di luar tubuh. Testis ada dua buah, letaknya di kanan dan kiri, kemudian masing- masing dipisahkan oleh sebuah lapisan. Lapisan ini tersusun atas jaringan ikat dan otot polos yang menyerupai sekat. Otot dartos merupakan otot polos yang menyusun sekat skrotum sehingga bisa mengendur dan mengerut. Selain itu, pada skrotum terdapat pula otot yang bertindak sebagai pengatur kondisi suhu testis agar stabil. Otot demikian dinamakan otot kremaster.


4.SPERMATOGENESIS

Sperma bentuknya seperti kecebong, terdiri atas kepala: berbentuk lonjong agak gepeng seperti inti (nukleus): leher yang menghubungkan kepala dengan bagian tengah dan ekor yang dapat bergetar sehingga sperma dapat bergerak dengan cepat. Panjang ekor kira-kira 10 kali bagian kepala.
Ejakulasi pada hubungan seksual dalam kondisi normal mengakibatkan pengeluaran satu sendok teh semen (2,5-3,5 ml), yang mengandung 200 sampai 500 juta sperma ke dalam vagina. Semen berwarna putih sampai bening dengan berat jenis 1,028. Semen mempunyai Ph basa dengan rentang 7,35-7,5. Vesikula seminalis menghasilkan prostaglandin dengan konsentrasi tinggi. Sperma berenang dengan gerakan flagela pada ekornya. Beberapa sperma dapat mencapai tempat fertilisasi dalam 5 menit, tetapi rata-rata waktu yang dibutuhkan adalah empat sampai 6 jam. Sperma akan tetap hidup dalam sistem reproduksi wanita selama 2 sampai 3 hari.
 Kebanyakan sperma akan hilang di vagina, di dalam lendir serviks, di endometrium, sperma memasuki saluran yang tidak memiliki ovum. Sewaktu sperma berjalan melalui tuba uterina, enzim-enzim yang dihasilkan di sana akan membantu kapasitasi sperma. Kapasitasi ialah perubahan fisiologiyang membuat lapisan pelindung lepas dari kepala sperma. sehingga terbentuk lubang kecil di akrosom, yang memungkinkan enzim (seperti hialuronidase) keluar. Enzim-enzim ini dibutuhkan agar sperma dapat menembus lapisan pelindung ovum fertilisasi.
Spermatogenesis yang sempurna dicapai pada sebagian besar laki-laki pada umur 16 tahun, dan kemudian berlangsung secara terus menerus selama hidup. Pemasakan spermatozoa memerlukan waktu kira-kira 10 hari.
5.Urutan pertumbuhan sperma (spermatogonesis)
  1. Spermatogonium, membelah dua
Merupakan struktur primitif dan dapat melakukan reproduksi (membelah) dengan cara mitosis paling tidak satu kali. Setelah reproduksi, spermatogonia ini diberi makan (nutrien) oleh sel-sel sertoli dan berkembang menjadi spermatosit primer.
2.      Spermatosit primer, membelah dua
Spermatosit primer mengandung kromosom dengan jumlah diploid pada inti selnya dan mengalami meiosis (pembelahan reduksi dan pertukaran bahan genetik). Satu spermatosit akan menghasilkan dua sel anak, yaitu spermatosit sekunder.
3.      Spermatosit sekunder, membelah dua
Sel-sel spermatosit yang haploid ini sekarang mengalami meiosis kedua untuk menyusun kemabli bahan genetik. Pengaruh hormon luteinisasi (LH) diperlukan untuk perkembangan berikutnya.
4.      Spermatid
merupakan sel yang dihasilkan pada pembelahan meiosis kedua. Bagian terbesar pada spermatid yang mengandung inti (nukleus) menjadi kepala (caput) spermatozon yang masak. Spermatid diberi makan oleh sel-sel sertoli.
5.      Spermatozoon
Empat spermatozoa matur dihasilkan dari satu spermatogonium yaitu dua sperma penentu jenis kelamin perempuan, dua sperma penentu jenis kelamin laki-laki. Spermatozoa masak terdiri dari : kepala, leher, badan, ekor
Ø  Proses pembentukan spermatozoa di pengaruhi oleh kerja beberapa hormon yang di hasilka oleh kelenjar hipofisis yaitu :
  1. LH (Luteinizing Hormone) merangsang sel leydig untuk menghasilkan hormon testosteron. Pada masa pubertas androgen/testosteron memacu tumbuhnya sifat kelamin sekunder.
  2. FSH (Folicle Stimulating Hormone) merangsang sertoli untuk menghasilkan ABP (Androgen Binding Protein) yang akan memacu spermatogonium untuk memulai proses spermatogenesisi, proses spermatosit menjadi spermatozoa di sebut spermatiogenesisi, spermiogenesisi terjadi di dalam epididimid dan membutuhkan wakyu selama 2 hari.




Ø  Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Spermatogenesis

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi spermatogenesis sehingga bisa terjadi kemandulan:
1.                        Peningkatan suhu di dalam testis akibat demam berkepanjangan atau akibat panas  yang berlebihan bisa menyebabkan berkurangnya jumlah sperma, berkurangnya pergerakan sperma dan meningkatkan jumlah sperma yang abnormal di dalam semen.Pembentukan sperma yang paling efsisien adalah pada suhu 33,5° (lebih rendah dari suhu tubuh). Testis bisa tetap berada pada suhu tersebut karena terletak di dalam skrotum (kantung zakar) yang berada diluar rongga tubuh.
2.                             Faktor lain yang mempengaruhi jumlah sperma adalah pemakaian marijuana atau obat-obatan (misalnya simetidin, spironolakton dan nitrofurantoi.
3.                           Penyakit serius pada testis atau penyumbatan atau tidak adanya vas deferens (kiri dan kanan) bisa menyebabkan azospermia (tidak terbentuk sperma sama sekali.
4.                          Varikokel merupakan kelainan anatomis yang paling sering ditemukan pada kemandulan pria. Varikokel adalah varises (pelebaran vena) di dalam skrotum.Varikokel bisa menghalangi pengaliran darah dari testis dan mengurangi laju pembentukan sperma.
















BAB III PENUTUP

1.KESIMPULAN
·         Oogenesis adalah proses pembentukan sel telur (ovum) di dalam ovarium. Oogenesis dimulai dengan pembentukan bakal sel-sel telur yang disebut oogonia (tunggal: oogonium). Pembentukan sel telur pada manusia dimulai sejak di dalam kandungan, yaitu di dalam ovari fetus perempuan. Pada akhir bulan ketiga usia fetus, semua oogonia yang bersifat diploid telah selesai dibentuk dan siap memasuki tahap pembelahan.
·         permatogenesis adalah proses pembentukan sel spermatozoa (tunggal : spermatozoon) yang terjadi di organ kelamin (gonad) jantan yaitu testis tepatnya di tubulus seminiferus. Sel spermatozoa, disingkat sperma yang bersifat haploid (n) dibentuk di dalam testis melewati sebuah proses kompleks.

2.SARAN
            Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kami, penyusun dan para pembaca. Kami menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan, oleh sebab itu masukan dan saran sangat kami butuhkan untuk perbaikan makalah-makalah selanjutnya.























DAFTAR PUSTAKA

Cunningham, et all, Obstetri William, Edisi 18, Jakarta, EGC, hal 99 – 100.
Llewellyn, 2002, Dasar – Dasar Obstetri Ginekologi, Jakarta, Hipokrates, hal 17 – 20.
Mochtar, R,  1998, Sinopsis   Obstetri,   Jakarta, EGC, , hal 18–20.
Prawirohadjo, S, 1999, Ilmu Kebidanan. Jakarta, Yayasan Balai Pustaka Sarwono Prawirohadjo, hal 57 – 60.
Harun Yahya, Miracle of Man’s Creation, The Indonesian Institute of Science and Society.
Marimbi, hanumbioloi reproduksi, 2011.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar